Sabtu, Desember 3

GERO' SAKETA


Gero' merupakan salah satu bentuk zikir bernuansa kedaerahan yang memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Gero' biasanya disandingkan dengan Saketa sehingga di sebut juga dengan Gero' Saketa, sedangkan Saketa merupakan salah satu bentuk tembang Sumbawa yang diangkat dari lawas. Selama ini, masyarakat Sumbawa hanya memahami gero' sebatas apa yang dilihat dan dipelajari, hal ini merupakan suatu yang  wajar karena gero' belum digali secara maksimal, gero' hanya dikembangkan sebatas "fisik" belum menyentuh sampai ke kedalaman. Sebuah kesenian akan berkembang apa adanya ketika ia dikembangkan juga dengan apa adanya. Bila kita menonton pertunjukan gero' baik dalam parade budaya, maupun dalam event seni lainnya maka akan terdengar dua buah kata yang diucapkan secara statis atau berulang-ulang yaitu ho dan ham. Kedua kata ini dilantunkan seperti sebuah ritual koor. Ho dan Ham  sebenarnya bukanlah sembarang kata, tapi kata-kata yang kental dengan nuansa magis. Pada masa kesultanan, ia adalah media penyerta yang digunakan oleh masyarakat Sumbawa dalam berbagai upacara ritual seperti Upacara Tanak Juran dan Upacara Tanak Mulir. Selain itu, ho ham juga digunakan oleh pasukan bala cucuk sebelum berangkat berperang. Pada saat ini mengikuti arus zaman, gero' saketa tidak lagi menjadi seni tradisi ritual tapi hanya sekedar tradisi hiburan.
»»  Selengkapnya

NYEMA KURI



hanya terdengar suara serune
maka tangan-tangan bersedekap pada hati yang sujud
mengepal kuat seperti tangan-tangan bayi yang baru lahir
tubuhpun terduduk diam
kepalapun serentak menunduk
menyatu bersama hening
sepenuh pasrah

ketika saatnya tiba
suara serune mengalun syahdu
lantunkan ulan nguri
maka jari-jemari yang mekarpun
perlahan-perlahan menguncup
halus dan lembut
satukan telapak-telapak
dalam kelopak-kelopak hati

lalu tangan-tangan melepas sedekap
biarkan lutut menjejak bumi
bersama tubuh dan jiwa yang pasrah
bangkit me-nyema kuri
“bukan dirimu yang ku sembah
tapi sumpahmu pada allah
sang maha pencipta
yang menjadikanmu laksana intan
maka terimalah persembahanku ini
sebagai bukti pengabdian
      dan kepasrahanku padamu”.
»»  Selengkapnya
 

SENI BUDAYA SAMAWA Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008